109 Napi Asal Kabupaten Tasikmalaya Tak Bisa Mencoblos

109 Napi Asal Kabupaten Tasikmalaya Tak Bisa Mencoblos

SEBANYAK 109 warga Kabupaten Tasikmalaya yang sedang menjalani hukuman di Penjara (Lapas) Kelas IIB Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (9/12) kehilangan benar suara pada pencoblosan Pilkada sinkron yang berlangsung hari ini, Rabu (9/12). Tidak ada aktivitas di dalam lapas meski sebelumnya KPU Tasikmalaya sempat melakukan sosialisasi di di lapas.  

Ketua KPU Tasikmalaya, Zamzam Jamaludin mengatakan bahwa Lapas Posisi IIB Tasikmalaya tidak menggelar pilkada sesuai dengan peraturan undang-undang dan PKPU. Alasannya keberadaan Lapas Bagian IIB Tasikmalaya berada di wilayah Kota Tasikmalaya, meski secara administrasi lapas tersebut masuk ke Kabupaten Tasikmalaya.

“KPU tidak dapat melayani pemilih yang ada di dalam Lapas Kelas II B, meskipun ada warga binaan berasal dari Kabupaten Tasikmalaya. Pencoblosan pada Pilkada sewaktu di lapas berlokasi di provinsi Kota Tasikmalaya, ” kata Zamzam, Rabu (9/12).  

Ia mengatakan, pihaknya sudah berupaya memfasilitasi para napi untuk masuk daftar pemilih. Namun, untuk pelaksanaan pemungutan suara, cocok aturan PKPU tidak diperbolehkan membuka tempat pemungutan suara (TPS) di dalam Lapas karena berada di wilayah administrasi berbeda.  

mengaji juga:   Pilkada Kalsel Berlangsung Aman

“KPU sudah melakukan sebesar opsi yang dapat dilakukan supaya para napi di dalam lapas bisa menyalurkan hak suaranya. Salah utama adalah dengan memulangkan para tahanan ke daerahnya masing-masing terutama beruang di TPS terdekat dari Lapas. Tapi semuanya itu memiliki efek dan perlu persiapan. Apalagi warga binaan di lapas tersebut lulus banyak mencapai 109 orang, ” ujarnya.
(OL-3)

Related Post