375 Nakes RSPI Sulianti Saroso Mendalam Kriteria Penerima Vaksin

375 Nakes RSPI Sulianti Saroso Mendalam Kriteria Penerima Vaksin

RUMAH SAKIT Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta, menggelar tiruan vaksinasi covid-19, pada Rabu (16/12). Simulasi dilakukan untuk memetakan aturan pelaksanaan vaksinasi covid-19 yang dimulai dari tenaga kesehatan mulai Januari 2021 mendatang.

Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril mengatakan tersedia 375 tenaga kesehatan di RSPI Sulianti Saroso yang masuk kriteria penerima vaksin covid-19.

“Tenaga kesehatan yang masuk kriteria penerima vaksin sebanyak 575. Setelah diskrining ada yang eksklusi apakah hamil, komorbid maka tinggal 375 orang, ” katanya, Rabu (16/12), dilansir dari laman Kementerian Kesehatan.

Saat ini, pihaknya telah membentuk panitia untuk pelaksanaan vaksinasi sehingga tenaga kesehatan RSPI Sulianti Saroso yang masuk kriteria serta lolos skrining siap dilakukan vaksinasi.

Mengenai, tata cara vaksinasi dimulai sebab pendaftaran, skrining, pemeriksaan dokter, vaksinasi, dan observasi. Pendaftaran dilakukan melalui google form dengan mengisi keterangan identitas diri, gejala yang serupa seperti covid-19, riwayat penyakit contoh. Setelah itu penerima vaksin menuju meja skrining untuk memastikan bertemu kriteria penerima vaksin.

Setelah memenuhi etika sebagai penerima vaksin, terang Mohammad Syahril, maka proses dilanjutkan ke ruang layanan vaksinasi. Setelah diberi vaksin selanjutnya nakes akan diarahkan menuju meja observasi selama 30 menit untuk melihat apakah berlaku Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) atau tidak.

Seusai 30 menit menduduki, penerima vaksin bisa meninggalkan ruangan. Jika terjadi gejala pada saat sampai di rumah atau kira-kira hari setelah vaksin, segera periksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Penerima vaksin diminta kembali setelah dua minggu ke depan buat vaksinasi yang kedua.

Menteri Kesehatan MENODAI dr Terawan Agus Putranto mengucapkan simulasi akan terus dilakukan dengan masif.   “Kita akan dengan masif melakukan simulasi sampai masa tiba dimana Emergency Use Autorization sudah diberikan BPOM baru kita bisa melaksanakan vaksinasi, ” logat Menkes Terawan.

Ketika tiba waktunya vaksinasi, tambah Menkes Terawan, sudah tidak ragu-ragu lagi karena sudah terbiasa saat simulasi. Yang tak keok penting untuk diperhatikan adalah penggolongan orang untuk tetap menjaga jangka, memakai masker dan cuci lengah pakai sabun.

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (MENKO PMK) Muhadjir Effendy berharap, tidak ada KIPI sesudah vaksinasi. Menurutnya, itu yang menyesatkan penting.

“Mudah-mudahan vaksinasi nanti berjalan piawai dan menambah imunitas tenaga kesehatan, ” kata Menko PMK Muhadjir. (H-2)

Related Post