Anggota DPRD Kota Palembang Jadi Bandar Narkoba

Anggota DPRD Kota Palembang Jadi Bandar Narkoba

ANGGOTA  DPRD Kota Palembang, Doni, yang merupakan kader dari Partai Golkar ternyata sudah lama menjadi incaran Badan Narkotika Nasional. Selain  itu, Doni pernah tersandung kasus serupa sebelumnya. BNN menangkap Doni dii wadah usaha laundry miliknya bersama lima pelaku lainnya, Selasa (22/9). Sejak tangan mereka ditemukan 5 kg sabu dan 30 ribu poin ekstasi.

“Jadi informasi yang kita sanggup, oknum ini pernah disidik serta ditangkap, kemudian diajukan ke pengadilan pada 2012 karena narkoba. Kami mau pastikan itu, saya minta ke pengadilan minta putusan tersebut. Memang pernah ada proses penyidikan, pengadilan dan putusan, ” ungkap Kepala BNN Provinsi Sumsel, Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan, Rabu (23/9).

Terkait berapa lama oknum itu menjadi bandar pihaknya tidak mampu menjelaskan lebih rinci.  

“Karena dasar oknum ini tidak mau melegalkan, kami sedang sidik, dan pantas kami tindak lanjuti. Tapi oknum tersebut memang mengakui pada 2012 tersandung kasus narkoba dan divonis 6 bulan, ” tambah Jhon.

Ada dugaan Doni terlibat pencucian uang dari bisnis narkoba tersebut. Oleh sebab itu kasus ini tidak hanya suci penyelundupan narkoba, tapi juga terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Untuk itulah, pihaknya akan membuat lembaga TPPU guna menindaklanjuti arus dana penjualan bisnis narkoba tersebut.  

baca juga:   BNN Tangkap Penyelundupan Sabu 13 Kg di Bus AKAP

“Kita hendak undang lembaga pencucian uang untuk mengetahui aliran dana bisnis narkoba yang dilakukan enam pelaku itu. Mereka ini merupakan aktor intelektualnya,
khususnya oknum anggota majelis tersebut. Bukan patut dicontoh sebagai wakil rakyat, malah justru mengendalikan bisnis haram yang bisa menghancurkan masa depan bangsa, ” jelasnya.

Ia mengungkapkan kasus ini berkaitan secara kasus narkoba di Bus Pelangi beberapa waktu lalu.  

“Mereka ini ada kaitannya, ketika anggota kita menangkap Bus Pelangi beberapa periode lalu. Mereka sindikat Aceh & Palembang, alhamdullilah keduanya sudah berhasil ditangkap. Kini kami masih langsung kembangkan kasusnya, termasuk memeriksa keluarganya masing-masing, ” jelasnya.  

Jhon menambahkan keenam aktor narkoba ini bakal dibawa ke Jakarta untuk penyelidikan lebih lanjut.  

“Mereka ini adalah bandar, tidak perlu lagi dites urine. Nanti, mereka akan ana limpahkan ke BNN Pusat untuk pengembangan lebih lanjut. Jadi memang sebenarnya mereka ini sudah lama menjadi target kita, ” pungkasnya.  

Dalam kasus tersebut, oknum yang ditangkap terancam dijerat Pasal 114 ayat 1 Juncto Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Sebab, oknum ini diduga merupakan penggagas intelektual.

“Ancamannya seberat-seberatnya. Terancam hukuman kurungan 20 tahun, ” pungkasnya. (OL-3)
 

Related Post