Awak NTT Diminta Mewaspadai Banjir dann Tanah Longsor

Awak NTT Diminta Mewaspadai Banjir dann Tanah Longsor

MASYARAKAT Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta mewaspadai bencana banjir dan desa longsor menyusul hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai mendarat di sejumlah kabupaten, Selasa (6/10).

Sesuai laporan BMKG Stasiun El Tari Kupang, kabupaten yang diguyur abu Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara hingga Belu. Hujan turun sejak pukul 15. 40 Wita dan masih berlangsung datang pukul 17. 00 Wita. Namun tidak ada laporan kejadian kesedihan di wilayah tersebut.

Adapun potensi hujan masih terjadi pada Rabu (7/10) siang hingga sore di delapan kabupaten yakni  Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara,   Malaka, Sumba Barat, Sumba Barat Gaya, Ngada, Manggarai Barat dan Manggarai.

Namun pada Rabu (7/10) malam, potensi hujan ringan di Flores Timur hingga Lembata. Kendati hujan mulai turun, BMKG tetap mengeluarkan rujukan potensi kebakaran lahan dan alas menyusul suhu udara di sebanyak daerah masih tinggi yakni mencapai 34 derajat celcius.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai geledek angin kencang mengguyur wilayah Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara hingga Belu. Hujan turun sejak pukul 15. 40 Wita dan masih berlangsung datang pukul 17. 00 Wita.

Kepala Tumpuan Klimatologi Lasiana Kupang, Apolinaris Geru mengatakan hujan yang mengguyur sebanyak daerah tersebut bukan menandakan daerah NTT telah memasuki musim hujan. “Ini masih pancaroba, ” katanya.

Menurutnya sebagian besar wilayah NTT tiba adanya pertumbuhan awan, dan daerah lainnya mulai turun hujan abu secara sporadis. “Hujan belum merebak karena masih dalam pancaroba, ” ujarnya. (R-1)

Related Post