Bantu UMKM Bangkit, Kemendikbud Gelar Rekan Budaya Daring

Bantu UMKM Bangkit, Kemendikbud Gelar Rekan Budaya Daring

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sesuai dengan Tokopedia menghadirkan Pasar Kebiasaan sebagai wujud memasarkan produk kebiasaan seperti karya yang terdapat di daftar Warisan Budaya Takbenda (wbtb) Indonesia.

“Peluncuran Pasar Budaya ini untuk menandai bahwa bola telah tiba bergulir, ” ujar Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid pada konvensi pers secara daring Peluncuran Pasar Budaya, Sabtu (31/10)

Pasar budaya merupakan sebuah marketplace dari Ditjen Kebudayaan Kemendikbud yang bekerja sama secara perusahaan teknologi Indonesia, Tokopedia, untuk memberikan ruang bersama kepada para-para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) milik seniman lokal di seluruh nusantara untuk memasarkan produk kebiasaan melalui platform online.

Menurut Hilmar, buatan budaya yang dipasarkan akan dilengkapi dengan narasi, deskripsi filosofi, keterangan motif dan bentuk, sejarah, jalan dan cara pembuatan sebagai bagasi budaya sekaligus memberi nilai tambahan pada produk yang bersangkutan. Beraneka macam karya-karya dari para UMKM atau seniman lokal yang dikurasi sebab Tokopedia.

Program ini menjadi penting pasal pada masa pandemi Covid-19, penuh pelaku seni dan budaya pengganggu untuk memasarkan karya-karyanya.

Baca selalu:   BI Dorong Penggunaan Wakaf Lintas Negara untuk Wujud Ekonomi

“Jadi, dengan adanya kerja serupa ini bisa memberi ruang lebih luas bagi teman-teman pelaku, pengrajin, dan seniman untuk bisa menjangkau publik lebih luas, ” terang Hilmar.

Ia melanjutkan, sedikitnya ada 185 produk ragam karya anak bani yang dapat dibeli pada 1-5 November 2020, mulai dari kreasi tas, aksesoris, perabot lokal, kuliner nusantara hingga seni kerajinan.

Menurut Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia Astri Wahyuni, inisiatif tersebut sejalan dengan komitmen Tokopedia untuk #SelaluAdaSelaluBisa dalam mengakselerasi adopsi digital bagi para pegiat usaha, khususnya UMKM seniman lokal agar dapat beradaptasi di tengah pandemi. Ia pun mengatakan lebih dari 00 UMKM merupakan bagian dari penjual di Tokopedia.

“Lebih dari 100 UMKM yang tergabung dalam ‘Pasarbudaya’ merupakan bagian dari lebih dari 9, 4 juta penjual di Tokopedia, di mana hamper 100%nya UMKM bahkan 94% berskala ultra mikro, ” ungkap Astri.

Ia kemudian berharap, para pegiat usaha lokal tetap dipermudah untuk bertahan di tengah pandemi demi berkontribusi pada pemulihan ekonomi Indonesia sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat bangga dan memakai buatan buatan Indonesia. (OL-7)

Related Post