Berasal Jual Rumah, Pasutri Dijadikan Terdakwa Oleh Pembeli

Berasal Jual Rumah, Pasutri Dijadikan Terdakwa Oleh Pembeli

BERASAL dari jual beli tanah serta rumah miliknya sendiri, Agus Artadi dan isterinya Yenni Indarto, awak Jalan Magelang, Cokrodiningratan Kota Yogyakarta kini menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri Yogyakarta.

Penasihat Hukum kedua terdakwa, Oncan Poerba   mengatakan ke-2 kliennya didakwa telah menabrak kausa 167 ayat 1 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Oncan Poerba mengemukakan lebih lanjut awal kasus itu, ke-2 terdakwa menjual tanah dan bangunan miliknya yang berada di Tiang Magelang, Cokrodinigratan, Yogyakarta yang tidak lain rumah yang ditinggalinya semasa ini. Pembelinya, Yulia dan Gemawan Wahyadhiatmika, dengan kesepakatan harga Rp6, 5 miliar.  

“Namun, pembeli hangat membayar Rp5 miliar   ataupun masih ada kekurangan Rp1, 5 miliar, ” jelas Oncan di Yogyakarta, Selasa (11/8).

Ia menambahkan, pembeli kemudian melakukan balik nama sertifikat tanah menjadi atas nama konsumen.

“Karena merasa pembayaran belum lunas, kedua kliennya belum mau menyerahkan negeri dan bangunan kepada pembeli, ” tambahnya.  

Kedua pembeli kemudian mengadukan hal itu ke Polda DIY dengan sangkaan kedua kliennya mengenai pasal 167 ayat 1 KUHP dan kemudian dilimpahkan ke Kejati DIY dan selanjutnya ke PN Yogyakarta   serta diregister menjelma   perkara pidana nomor 172/Pid. B/2020/PN Yyk. Oncan Poerba melahirkan penerapan kasus ini menjadi kasus pidana  sebenarnya tidak tepat, sebab masalah jual beli.  

“Kedua konsumen saya tidak segera menyerahkan desa dan bangunan yang dijualnya, sebab belum lunasnya pembayaran, ” logat Oncan.

Ia kemudian mempertanyakan, bagaimana mungkin kedua kliennya ini dianggap mendesak masuk ke dalam rumah atau pekarangannya sendiri yang selama tersebut dihuni dan ditempati serta dikuasainya sendiri sebagaimana yang diatur dalam pasal 167 ayat 1 KUHP tersebut.
Keberatan Oncan Poerba, kasus perdata menjadi kasus kejahatan ini disampaikannya dalam sidang di Pengadilan Negeri Yogyakarta yang digelar hari Senin (10/8).  

mengucapkan juga:   DPRD Bali Minta Gubernur Transparan Dana Stimulus Untuk UKM

Dalam eksepsinya yang disampaikan di depan majelis hakim PN Yogyakarta yang dipimpin Bandung S, SH., MH, penasihat hukum terdakwa Oncan Poerba meminta kepada Majelis Hakim agar kliennya dibebaskan lantaran dakwaan dan dilepaskan dari segala tuntutan.

“Karena bukan perbuatan pidana namun perbuatan atau peristiwa perdata, ” katanya. (OL-3)
 

Related Post