Konsekuensi Rob di Muara Baru, Pengusaha Ika Rugi Puluhan Miliar

Konsekuensi Rob di Muara Baru, Pengusaha Ika Rugi Puluhan Miliar

BANJIR rob yang melanggar Pelabuhan Muara Baru selama 3 hari berturut-turut, berimbas pada pengusaha perikanan. Pasalnya, pengusaha merugi puluhan miliar. Tak hanya itu, infrastruktur jalan banyak yang rusak kelanjutan banjir tersebut. Melihat kondisi tersebut,

Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin meninjau Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman (PPSNZ) Muara Baru, Penjaringan, Jakarta
Utara. Sudin mengatakan dirinya ingin mendengar langsung, sapa yang bertanggung jawab atas perubahan Pelabuhan Muara Baru. Terlebih buat antisipasi banjir rob yang bisa terjadi kapanpun.

“Tiga hari (kerugian) Rp10 miliar, ya nanti kalau seminggu tinggal kita   Rabu (18/11).

Pada pertemuannya, dia juga mendengar tahanan yang disampaikan perwakilan dari Perum Perikanan Indonesia (Perindo). Kerugian maka puluhan miliar tersebut lantaran kesibukan bongkar muat nyaris lumpuh. Pada sehari seharusnya ada sekitar 17-20 kapal yang bongkar muat. Namun karena adanya banjir rob, sehari hanya ada tiga kapal.

“Memang bagaimana pun semua itu faktor tempat, tapi kan kita sebagai bani adam punya akal bisa memperbaiki. Kalau hanya pompa, buang, pompa, lempar, itu kan bukan solusi. Hanya jangka pendek saja, ” prawacana Sudin.

Ia menilai, kerusakan infrastruktur selalu menjadi masalah di pelabuhan tersebut, dan menjadi tanggung jawab Perindo untuk memperbaiki. Namun, Perindo mengaku tidak bisa melakukan upaya perubahan karena terkendala biaya.

“Seharusnya Perindo sebagai badan usaha kan ngomong. Pengusaha, gua nggak cukup nih. Kalian bantu deh, ayo 500 meter dulu (perbaiki jalan) kan bisa begitu, ” kata Sudin.

mengucapkan juga:   Siang ini, Banjir Rob Genangi 3 RT dalam Jakarta

Sayangnya, pihak Perindo dan asosiasi pengusaha di Pelabuhan Mulut Baru tidak dapat berkoordinasi dengan baik. Diketahui, pengusaha ikan selalu telah meninggikan jalan meski pada area masing-masing. Akibatnya, tinggi dan rendah jalan tidak sama.

“Suatu tantangan bagi saya selaku pimpinan Komite IV untuk bisa kamimenyelesaikan masalah ini, ” tutupnya. (OL-3)

 

Related Post