Mengedukasi Warga Dengan Biennale Bank Sampah

Mengedukasi Warga Dengan Biennale Bank Sampah

BERBAGAI upaya dikerjakan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Klaten, Jawa Pusat, untuk penanganan permasalahan sampah yang  semakin berat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Salah satunya melalui pembentukan kelompok bank sampah, teknologi TPS 3R (tempat pengelolaan kotor reuse, reduce, dan recycle), dan pembuatan lubang resapan biopori diharapkan dapat mengurangi timbulan sampah.

Kepala DLHK Klaten, Sri Hadi, mengatakan dengan pertambahan jumlah   penduduk, permasalahan sampah menjadi semakin berat serta kompleks, apalagi menyangkut perilaku umum. Saat ini, volume sampah 70 ton per hari. Utuk penanganan sampah sudah dibuat peraturan sesuai undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan menteri, dan  peraturan daerah, namun belum mampu mengatasi persoalan sampah.

“Nah, salah satu upaya untuk mengubah mindset ataupun perilaku masyarakat, DLHK bekerja sepadan dengan Sanggar Lima Benua Klaten akan menggelar kegiatan Biennale Bank Sampah, ” kata Sri Hadi di kantornya, Selasa (14/7).

Didampingi Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Dwi Maryono, Kepala DLHK menjelaskan tujuan Biennale Bank Sampah adalah untuk mengedukasi masyarakat dalam tata sampah yang benar. Untuk menjalankan dan mengurangi timbulan sampah keluarga dan sampah sejenis, DLHK telah membentuk kelompok bank sampah, TPS 3R,   membuat lubang resapan biopori sampai pengembangan budidaya peliharaan maggot.

baca juga:   Masyarakat Terdampak Rob Mulai Keluhkan Urusan Ekonomi

Untuk pengurangan timbulan sampah rumah tangga dan sampah sejenis, Dwi Maryono menambahkan bahwa DLHK telah membentuk 19 kelompok TPS 3R, 65 kelompok bank sampah, dan pembuatan 8. 000 lubang biopori. Sementara itu, Ketua Studio Lima Benua, Liben, menjelaskan Biennale Bank Sampah akan digelar di Bayat, Klaten, 23-30 Juli 2020. Tujuan  kegiatan ini khusunya untuk mengedukasi dan menanamkan mindset   generasi Z.

“Melalui Biennele Bank Sampah, Sanggar Lima Benua bersama DLHK berupaya untuk mengedukasi masyarakat dalam penanganan dan pengurangan timbulan kotor keluarga dan sampah sejenis di Klaten, ” pungkasnya. (OL-3)

Related Post