Moralitas Akibat Covid-19 di AS mau Tembus 200 ribu Jiwa

Moralitas Akibat Covid-19 di AS mau Tembus 200 ribu Jiwa

AMERIKA Serikat (AS) mau melampaui 200 rbu kematian kelanjutan virus korona baru (covid-19) pada beberapa hari mendatang. Sejarah hitam penanganan Covid-19 ini bakal tercatat di negara Adidaya itu sesudah delapan bulan patogen pertama kali dikonfirmasi di Negeri Paman Sam tersebut.

AS, dengan 4% dari warga dunia, menyumbang sekitar 21% sejak kematian akibat Covid-19 global. Perbedaan tersebut menjadi catatan kegagalan AS dalam menahan laju virus dengan menyebar melalui negara-negara berpenduduk padat seperti Texas, Florida, dan California musim panas ini.

Dengan populasi 330 juta, AS mencapai 100 rbu kematian akibat covid-19 pada 27 Mei, empat bulan setelah urusan pertama yang tercatat. Hanya di dalam empat bulan kemudian mencapai 197. 633 pada Kamis malam berserakan.

Taat Universitas Johns Hopkins, jumlah itu kurang lebih sama dengan populasi Yonkers, New York, atau Huntsville, Alabama. Brasil menempati urutan kedua dalam hal jumlah kematian, secara hampir 135. 000 di negeri berpenduduk 210 juta jiwa.

Menjelang pemilihan presiden pada 3 November, respons virus AS telah menjadi urusan utama bagi para pemilih, beserta dengan ekonomi, yang telah dilanda pandemi.

Presiden Donald Trump telah mengutarakan yang terburuk sekarang telah sampai, dan mengklaim vaksin akan tersedia dalam beberapa minggu.

Sementara lawannya, calon presiden dari Partai Demokrat, Joseph Biden, mengkritik cara Trump menggarap pandemi.

Data menunjukkan kematian akibat virus AS telah terjadi secara tak proporsional di antara orang-orang pada kategori berisiko, termasuk individu berumur 65 tahun ke atas, orang kulit berwarna, dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan lain.

Kematian selalu terkonsentrasi di beberapa bagian negara, dengan lebih dari 70% dilaporkan hanya di 12 negara bagian, termasuk New York, New Jersey, Texas, California dan Florida, menurut analisis Bloomberg dari data Universitas Johns Hopkins.

“Mencapai 200. 000 janji adalah cerminan dari seberapa merata penularan virus ini telah terjadi di negara ini dan sungguh tidak efektifnya pendekatan kesehatan umum kita dalam menahan dan meninggalkan penyebaran, ” kata Josh Michaud, direktur asosiasi untuk kebijakan kesehatan global di Kaiser Family Foundation, sebuah organisasi nirlaba independen.

Tanpa pemeriksaan yang cukup dan pelacakan kontak serta kebijakan karantina dan isolasi yang ketat, kita hanya dengan kolektif akan tertatih-tatih bersama secara tanggapan ini, berharap situasi akan menjadi lebih baik, ujarnya. (New Straits Times/OL-13)

Baca Juga: Alasan Covid-19, Tiongkok Larang Seafood dari Eksportir Indonesia

Related Post