MPA Paralegal Tingkatkan Peran Serta Masyarakat

MPA Paralegal Tingkatkan Peran Serta Masyarakat

KEMENTERIAN Lingkungan Tumbuh dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan pelatihan pengendalian kebakaran hutan dan tanah (karhutla) bagi para Masyarakat Ingat Api (MPA) berkesadaran hukum (paralegal) belum lama ini. Acara tersebut diselenggarakan pada 4 hingga 8 Agustus kemarin.

Kepala Badan MPA, Helmi Basalamah, menyampaikan, pelatihan itu merupakan panduan dua program kementerian & merupakan program prioritas nasional di dalam pengendalian karhutla. Ini bertujuan melayani karhutla dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia, khususnya yang berperan langsung dalam upaya pengendalian karhutla.

“Kami harap menjadi satu program yang diharapkan menjadi solusi permanen di upaya peningkatan peran serta asosiasi dalam pengendalian karhutla dengan bangsa berkesadaran hukum, ” jelas Helmi, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, pelatihan MPA paralegal dilaksanakan secara blended learning, yaitu untuk mata pelatihan teori dilakukan secara kelas daring secara menggunakan Learning Management System (LMS) yang dimiliki KLHLK. Sedangkan buat praktik lapangan dilakukan secara posisi tatap muka didampingi secara tepat oleh instruktur dari Balai PPI, Taman Nasional, dan Daops Pemimpin Agni, serta dilakukan bimbingan jarak jauh oleh pengajar.

Adapun sasaran dari pelatihan ini diharapkan para pengikut nantinya mampu menguasai tujuh hal. Pertama, menjelaskan alur pengenalan kalender pelatihan e-learning. Kedua, menjelaskan kebijakan pengen dalian karhutla dan penegakan hukum. Ketiga, menjelaskan dasar-dasar pra karhutla.

Keempat, melakukan teknik pengendalian karhutla. Kelima, menjelaskan peran MPA berkesadaran hukum. Keenam, menjelaskan penge- nalan usaha produktif, dan ketujuh mengatur rencana aksi pengendalian karhutla.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kelakuan dalam upaya pengendalian karhutla dengan utuh, memiliki kapasitas sebagai SDM pendamping dalam aspek hukum (masyarakat), dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam desa tempat asal peserta, ” lanjut dia.

Helmi mengatakan, pelatihan pengoperasian karhutla bagi MPA paralegal sepadan dengan 26 jam pelajaran masing-masing 45 menit, 15 JP lengah pelatihan teori, dan 11 JP mata pelatihan praktik. Adapun jumlah peserta pelatihan sebanyak 247 orang, terbagi dalam 11 angkatan meliputi 9 wilayah desa daratan serta 2 wilayah desa perairan.

Di antaranya Provinsi Riau di Desa Lubuk Kembang Bunga, Ukui Pelalawan; Daerah Pergam, Rupat Bengkalis; dan Desa Tanjung Medang, Rangsang. Kepulauan Meranti di Desa Pulau Gelang, Ambang Cenaku Indragiri Rokan; Dosan, Pusako Siak. Provinsi Jambi di Daerah Catur Rahayu, Dendang Tanjung Jabung Timur dan Desa Rantau Rasau, Berbak Muara Jambi.

Kemudian Provinsi Sumatra Selatan di Desa Riding, Basis Lampam Ogan Komering Ilir. Daerah Kalimantan Barat di Desa Rasau Jaya Umum, Rasau Jaya Pertahanan Raya. Provinsi Kalimantan Tengah di Desa Tumbang Nusa, Jabiren Besar Pulau Pisau. Provinsi Jawa Barat di Desa Bantar Agung, Sindang Wangi Majalengka.

“Peserta terdiri atas kurang unsur yaitu polsek, koramil, babinsa, bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, pendamping masyarakat (LSM), tokoh masyarakat dan kelompok yang berkesadaran hukum, ” lanjut dia.

Pada akhir pelatihan akan dilakukan evaluasi untuk menentukan ketuntasan menelaah. Evaluasi berupa hasil evaluasi suruhan mandiri, nilai praktik serta sikap perilaku peserta selama mengikuti pelatihan. Selain itu, evaluasi juga hendak dilakukan kepada pengajar atau pahlawan sumber dan penyelenggara untuk pemeriksaan pelaksanaan di masa yang mau datang.

Adapun pengajar atau nara- sumber pelatihan ini berasal dari kira-kira unsur yakni BP2SDMK, Direktorat Jenderal PPI, Direktorat Jenderal KSDAE, BPBD provinsi dan kabupaten, kepolisian (polda, polres) dan TNI (Komandan Kodim), serta praktisi (LSM).

Dean Musel, peserta pelatihan MPA dari Desa Tanah Gelang, Kecamatan Cenaku, mengaku secara pelatihan MPA paralegal, dia memiliki segudang ilmu dan pelajaran dengan tidak terhingga. Sehingga, dia jauh lebih memahami dalam pencegahan serta pengendalian karhutla.

“Ini adalah bekal bagi kami untuk menyambung lidah dari KLHK, Manggala Agni, TNI, dan Polri dalam menyosialisasikan serta mengampanyekan tentang karhutla di Kecamatan Kuala Cenaku serta masyarakat desa Pulau Gelang khususnya, ” kata tempat.

Dia berharap, rekan-rekannya yang juga sudah mengikuti pelatihan agar dapat bersama-sama menerapkan ilmu yang telah didapat. Sebab, berawal dari diri tunggal, teman terdekat, saudara, sampai di dalam seluruh masyarakat.

“Jangan pernah merasa lelah dan putus asa dalam mengantarkan pencegahan dan pengendalian karhutla, ” kata dia lagi. (Gan/S2-25)

Related Post