Nusantara Harus Jembatani Penyelesaian Masalah Islamphobia

Nusantara Harus Jembatani Penyelesaian Masalah Islamphobia

PIMPINAN Pusat Pemuda Muhammadiyah mengecam pernyataan provokatif Kepala Perancis Emanuel Macron terkait Agama islam. Macron dinilai merendahkan umat Islam dengan mengizinkan publikasi karikatur Rasul Muhammad.

Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menggunakan Sekretaris Hubungan Luar Negeri Emaridial Ulza mengatakan bahwa kebebasan berekspresi bukan berarti bebas untuk melabrak atau menggambarkan sesuatu sekehendak hati. Menurutnya, ada batasan-batasan yang harus diperhatikan apalagi hal berurusan dengan agama-agama yang ada.

“Saya melihat adanya Islamphobia di banyak negara. Misalnya di Prancis. Mereka sepertinya curiga dan bingung melihat perkembangan Agama islam yang besar di Prancis sehingga kebebasan berekspresi di Prancis selalu yang menjadi objek adalah Agama islam, ” ujarnya, Senin (2/11).

Emaridial Ulza menuturkan ketika ada kasus antisemitik (anti Yahudi) melalui karikatur majalah Charlie Hebdo pada 2009, negeri Prancis langsung membungkam dan menjemput tindakan. Namun ketika yang menjadi objeknya adalah Islam, jelasnya, oleh karena itu Prancis selalu berbicara tentang kebebasan berekkspresi.

Lebih jauh, Emaridial Ulza, di dalam kasus ini, Indonesia harus mengambil peran sebagai negara terbesar muslim dunia. Selain itu, sebagai anggota Dewan keamanan PBB, Indonesia selalu harus mampu menjadi jembatan dan menjaga perdamaian dengan cara yang arif dan bijaksana.

“Hal ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan sekadar memanggil Duta Besar Prancis serta kemudian menyampaikan protes. Harus ada tindakan nyata sebagai pemecah masalah dan pemberi solusi. Menteri Sungguh Negeri  sebagai perpanjangan tangan Pemimpin untuk urusan politik dan ikatan luar negeri harus berada pada garda terdepan apalagi setelah Presiden Jokowi bersama organisasi agama-agama Indonesia sudah menyatakan langsung mengecam tindakan tersebut, ” jelasnya.
 
Emaridial Ulza menambahkan Muda Muhammadiyah dalam waktu dekat bakal menyampaikan hasil kajian terkait solusi-solusi yang bisa dilakukan oleh Negeri Indonesia dalam mengatasi masalah Islamphobia. “Solusi tersebut akan kami kirimkan ke Kementerian Luar Negeri serta juga ditembuskan ke Presiden, ” jelasnya. (R-1)

Related Post