PDIP: Pancasila Persatukan Bangsa, Keberadaannya Kian Diperlukan

PDIP: Pancasila Persatukan Bangsa, Keberadaannya Kian Diperlukan

PDI Perjuangan menegaskan bahwa proses kelahiran Indonesia melalui perjuangan panjang, hingga kesimpulannya merdeka karena kekuatan sendiri serta berdiri dengan landasan kokoh dengan digali melalui pemikiran yang lurus, membumi, dan sekaligus visioner beserta terus menggelorakan semangat pembebasan lantaran segala bentuk penjajahan, khususnya kapitalisme dan imperialisme.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, terbukti dengan Pancasila, Indonesia bersatu dan manpu bertemu berbagai ujian sejarah seperti kemampuan memadamkan pemberontakan PKI, DI/TII, Permesta, Pemberontakan RMS dan lainnya.

“Terbukti secara Pancasila Indonesia bersatu untuk semua dan setiap warga negara sama. Dengan Pancasila kita selalu mulia, berbeda dengan Yugoslavia, Uni Soviet yang terpecah belah, juga Yaman, Irak, Suriah, dan lainnya dengan terus dihadapkan pada krisis akibat perang yang tidak kunjung usai. Karena itulah adanya falsafah tumbuh, falsafah dasar, dan juga metode pemersatu seperti Pancasila selalu kita syukuri, ” kata Hasto di dalam keterangan tertulisnya.

Dengan ideologi yang menjelma pemersatu tersebut, lanjut Hasto maka jelaslah bahwa Pancasila terbukti efektif menjadi dasar dan tujuan kesibukan berbangsa.

Baca juga:   Peserta Aksi PA 212 Membantai Komunis 20% Anak-Anak

“Melalui Pancasila juga kita tegaskan bahwa Indonesia bukan negara sekuler, bukan negara komunis, bukan negara theokrasi, bukan liberal, dan bukan fasisme. Indonesia ialah negara Pancasila, suatu konsepsi negeri kebangsaan yang berdiri di arah paham individu atau golongan, ” ujarnya.

Dengan Pancasila, tutur Hasto, Nusantara mampu mengatasi berbagai paham dengan anti-ketuhanan dan anti-kemanusiaan. Berbagai bentuk bom bunuh diri, seperti dengan terjadi di Kota Surabaya pada 2018 adalah contoh paham dengan buta terhadap nilai ketuhanan & kemanusiaan.

Hasto menegaskan, PDI Perjuangan bergabung segenap komponen bangsa lainnya menentang berbagai upaya baik dari ekstrim kiri maupun ekstrim kanan dengan mencoba mengganti Pancasila.

“Karena itulah pertolongan terhadap Pancasila sebagaimana sering disuarakan akhir-akhir ini, termasuk oleh itu yang sebelumnya memiliki pandangan haluan berbeda, merupakan dialektika kemajuan yang semakin menunjukkan kebenaran terhadap Pancasila sebagai ideologi negara, ” pungkasnya. (RO/OL-7)

Related Post