Penyelidik: Jaksa Agung Bisa Disiplinkan Penuntut Kasus Novel

Penyelidik: Jaksa Agung Bisa Disiplinkan Penuntut Kasus Novel

PENGKAJI Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) Giri Ahmad Taufik mempersoalkan niat Jaksa Agung ST Burhanuddin terkait evaluasi jaksa penggugat umum (JPU) pada perkara penyiraman air keras penyidik KPK Roman Baswedan.

Kejaksaan disebutnya hanya bisa mendisiplinkan jaksa yang disinyalir keliru dalam melakukan penuntutan, tapi tidak buat mengubah perkara.

“Kalau Jaksa Agung suka mendisiplinkan jaksanya masih memungkinkan sebab tuntutannya itu ngawur. Tapi untuk kasusnya tidak bisa karena persidangan sudah jauh jalannya, tinggal menunggui vonis, ” ucap Giri masa dihubungi di Jakarta, Selasa (30/6).

Bagaikan diberitakan, JPU pada kasus Roman menuntut 1 tahun penjara kepada dua polisi terdakwa penyerang Roman yakni Rahmat Kadir Mahulette serta Ronny Bugis. Tuntutan itu dinilai banyak kalangan sangat rendah kausa pada kasus penyiraman air membanting lain pelaku bisa dituntut jauh lebih berat.

Menurut Giri, harapan akan kasus Novel kini bertumpu di dalam majelis hakim yang secara norma dimungkinkan menghukum terdakwa dengan maksimal. Menurutnya, hakim bisa mempertimbangkan petunjuk persidangan secara cermat dengan melengah-lengahkan tuntutan jaksa dan menghukum karakter dengan Pasal 355 ayat (1). Pasal itu, ucap Giri, tertuang dalam surat dakwaan primer.

Mengucapkan juga:   Licinnya Djoko Tjandra, Imigrasi bak De Javu Kasus Harun Masiku

“Hakim bisa menjemput pertimbangan sendiri sehingga bisa menganiaya maksimal, ” ujar Giri.

Sebelumnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin mengaku akan melakukan evaluasi terhadap jaksa dengan menangani kasus penyiraman air keras terhadap Novel.

Rencana mengevaluasi penuntut ijmal itu mencuat saat Burhanuddin menghadiri rapat kerja bersama Komisi III DPR, Senin (29/6) kemarin. ST Burhanuddin mengatakan landasan jaksa penuntut umum dalam perkara itu mau dimintai alasannya.

Dalam rapat tersebut, sejumlah anggota Komisi III mengkritisi Kejaksaan mengenai rendahnya tuntutan terhadap besar terdakwa kasus penyiraman air berlelah-lelah terhadap Novel. Pasalnya, tuntutan tersebut jauh berbeda jika dibandingkan secara tuntutan kasus serupa. (RO/OL-7)


Data HK

Related Post