Polres Probolinggo Raih Penghargaan ISNA 2020

Polres Probolinggo Raih Penghargaan ISNA 2020

POLRES Probolinggo Kota dinobatkan sebagai Smart Society dalam ajang penghargaan Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2020. Polres Probolinggo Kota mengukir prestasi karena mampu mengambil peran penting masyarakat pada tengah wabah pandemi covid-19.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Polres Probolinggo Praja berhasil meraih peringkat terbaik menggunakan inovasi kategori penghargaan Smart Society. Polres Probolinggo Kota berhasil membuang empat nominator lainnya yaitu Praja Denpasar, Kabupaten Banyuwangi, Kendal serta Tegal.

“Keberhasilan itu tidak lepas daripada peran Polres Probolinggo Kota yang bersinergi bersama TNI dan Pemkot Probolinggo. Mendampingi berdirinya Kampung Tangguh Semeru (KTS) hingga keberlanjutannya, tiba perencanaan, sosialisasi, dan penguatan sumber daya manusia, ” kata Trunoyudo, Rabu (7/10).

Sementara itu Kapolres Probolinggo Kota AKB Ambariyadi Wijaya mengucap rasa syukur atas prestasi tersebut. Menurutnya, KTS telah melatih asosiasi untuk hidup bergotong-royong dan ingat terhadap segala kondisi. Sehingga status kamtibmas di Kota Probolinggo damai dan kondusif.  

“Semoga prestasi ini dapat berkelanjutan, ” kata Ambariyadi Wijaya.

Ambariyadi Wijaya menambahkan, KTS dengan melibatkan peran serta masyarakat memiliki kontribusi besar dalam penguatan ketahanan masyarakat di tengah pandemi covid-19.

Rencana yang menjunjung rasa gotong-royong tetap menumbuhkan kepedulian. Bahkan di dalamnya memenuhi kriteria tangguh dalam kejadian ketahanan kesehatan, sumber daya pribadi, ketahanan pangan, informasi, keamanan, psikologi masyarakat dan budaya.

“Selama 7 kamar sejak pandemi covid-19, keikutsertaan Polres Probolinggo Kota mendampingi berdirinya had penguatan KTS bersama Pemkot Probolinggo dan Kodim 0820 Probolinggo, serta 29 kelurahan di 5 kecamatan akhirnya membuahkan hasil, ” katanya.

Prestasi ini didapatkan dengan tidak mudah karena persaingan sangat ketat. Dibanding 514 kabupaten/kota peserta mengerucut tinggal menjadi 183 kabupaten/kota.  

Selanjutnya 183 inovasi ini diseleksi kembali susunan menyisakan 60 inovasi murni daripada pemerintah daerah.  

Dari sebanyak tersebut kemudian ditetapkan 30 inovasi utama berbagai kategori. Yaitu kategori Smart Economy, Smart Goverment, Smart Branding, Smart Society, Smart Living serta Smart Mention. Dalam masing-masing kategori ada lima nominator.  

Populasi penelitiannya sendiri berdasarkan interest based sub-region pada kata kunci “COVID” dan “Inovasi” sebagai Proxy, atas citizen awareness pada issue COVID-19. Sekali lalu sebagai proxy atas digital readiness masyarakat serta 100 kabupaten/kota G100SCN & 63 kabupaten/kota Pemenang Lomba Tatanan New Normal sebagai luwes kontrol. (J-1)

Related Post