PSBB DKI Jilid 2 Perlu Ancang-ancang yang Lebih Matang

PSBB DKI Jilid 2 Perlu Ancang-ancang yang Lebih Matang

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menilai ada banyak dalih Gubernur DKI Anies Baswedan mengambil langkah rem darurat. Namun, menurutnya, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga perlu persiapan yang lebih matang.

Dilihat jumlah kasus covid-19 yang terus meningkat, bisa dikatakan Nusantara mengalami presistensi atau kenaikan sejak jumlah kasus covid-19.

“Bahkan setiap harinya mengalami pecah rekor setiap harinya. Kondisi sangat mengkhawatirkan karena kemudahan kesehatan yang sangat diyakini terbatas, ” kata Piter saat webinar bertajuk PSBB Teristimewa? yang diadakan Populi Center dan Smart FM Network, Sabtu (12/9)

Selain itu, kemampuan & daya tampung fasilitas terbatas. Oleh sebab itu, apabila tidak dilakukan ‘rem darurat’, fasilitas kesehatan tidak akan hendak mencukupi. “Dalam kondisi tersebut, oleh karena itu akan sangat bahaya, sehingga negeri tidak bisa lagi menangani anak obat covid-19, ” lanjutnya.

Oleh karena tersebut, imbuh Piter, Gubernur DKI menjemput langkah drastis dengan menginjak rem darurat melakukan PSBB total kembali ke awal.

Baca juga: Anies Prediksi PSBB Total Berlangsung Panjang

Namun, menurutnya, untuk melakukan PSBB total serupa memerlukan persiapan yang total. “Bila persiapannya maksimal, akan lebih jalan. Jika tidak, perekonomian akan terkena dampaknya 2 kali, ” menguraikan Piter.

Piter juga mengatakan yang menjadi masalah adalah uang karena buat membiayai dan mengatasi wabah covid-19 pasti membutuhkan utang baru. “Untuk mengatasi wabah covid-19, pemerintah menggunakan uang yang sangat besar buat membantu masyarakat, dunia usaha, dan kesehatan. Untuk biaya itu semua, juga perlu ada dukungan lantaran bank sentral, ” tambahnya.

Sinergi negeri dengan bank sentral, kata Piter, yang belum terlihat. “Sehingga kasus uang ini yang muncul. Siap, wajar jika presiden marah dan mengatakan harus ada science of crisis (kepekaan terhadap masalah) yang serupa, ” pungkasnya. (OL-14)

Related Post