Setan Merah Dibanjiri Kritikan

Setan Merah Dibanjiri Kritikan

MANCHESTER United gagal meraih kemajuan ketiganya di fase grup Gabungan Champions kemarin dini hari WIB. Secara mengejutkan, ‘Setan Merah’ roboh 1-2 dari klub nonunggulan asal Turki, Istanbul Basaksehir.

Penampilan United pada laga yang berlangsung di Basaksehir Fatih Terim Stadium itu biar menuai banyak kritikan. Salah satu dari yang
mengeluhkan keruntuhan itu ialah mantan pemain United, Paul Scholes.

Menurutnya, bekas timnya tersebut bertahan dengan cara yang memalukan. “Itu seperti sepak bola leler di bawah 10 tahun. Pertahanan apa yang kami lakukan, aku tak paham. Gol itu jenaka, menggelikan, ” kata  Scholes.

Saat bertemu tim tuan rumah, United dasar lebih dominan. Namun, mereka kebobolan lebih dulu di menit ke-13. Saat itu United kehilangan bola dan momen tersebut langsung digunakan Baseksehir.  

Serangan balik dilancarkan dan Demba Ba menerima umpan daripada rekannya dan tidak dihadang pemeran United Nemanja Matic yang berada
didekatnya.

Alhasil, Ba dengan bebasnya berlari menuju gawang yang dijaga Dean Henderson tanpa adanya penjagaan dan mencetak gol. Usai tertinggal, United tampil lebih menekan. Akan tetapi, pada menit ke-40, Basaksehir justru berhasil menambah keunggulannya via gerak laku Edin Visca.

Skuad asuhan Ole Gunnar Solskjaer baru bisa mencetak gol ketika babak pertama hanya menyisahkan dua menit lagi. Anthony Martial berhasil mencetak gol usai melangsungkan umpan dari Luke Shaw.

Seusai perlombaan, Solskjaer geram. Lini pertahanan dengan buruk dinilai jadi faktor keruntuhan.

“Gol yang pertama itu tak termaafkan, itu tanggungan saya. Anda tak melihat gol semacam itu pada level ini. Anda tak dapat kebobolan gol semudah itu. Masa Anda melakukannya, membuat pertandingan jauh lebih sulit untuk dimenangkan, ” kata Solskjaer
yang selalu mantan pemain klub yang saat ini ditanganinya.

Kekalahan United kini membuat pertandingan di Grup H Liga Champions menjadi semakin ketat. United sedang memuncaki klasemen Grup H dengan koleksi enam poin, sama serupa RB Leipzig, yang di musabaqah lain mengalahkan PSG dengan skor 2-1.

Sementara itu, pada Sabtu (7/11), United sudah ditunggu Everton dalam lanjutan Liga Primer Inggris. Kekalahan lainnya akan membuat posisi Solskjaer berada di ujung tanduk, dengan banyak orang  memprediksi ia akan dipecat sebagaimana Mauricio Pochettino difavoritkan jadi pengganti.

Tidak pada

Pelatih Barcelona, Ronald Koeman, tidak puas dengan performa anak asuhnya, meski mampu mengalahkan Dynamo Kyiv 2-1 pada lanjutan Grup G Liga Champions di Camp Nou, kemarin dini hari WIB. Menurutnya, Blaugranajulukan Barcelona-belum konsisten memperlihatkan penampilan terkemuka.

“Secara umum, kami baikbaik saja. Namun, kami harus bermain lebih tertib. Kami harus lebih baik masa bermain tanpa bola (bertahan), ” kata Koeman.

Lionel Messi membawa Barcelona unggul lebih dulu dari bintik putih sebelum Gerard Pique menambah skor untuk tuan rumah. Kapten Dynamo
Kyiv Viktor Tsygankov sempat memperkecil angka, namun kelebihan 2-1 untuk Barcelona bertahan datang usai.

Koeman menambahkan, Barcelona cukup bermanfaat bisa menang. Menurutnya, Barca sungguh-sungguh banyak membiarkan ruang terbuka dalam lini pertahanan mereka dan melaksanakan lawan bisa menciptakan peluang.

Namun, Dynamo Kiev gagal memanfaatkan peluang dengan mereka dapatkan pada laga tersebut. (BTSport/Marca/R-3)
 

Related Post